Keputusan dapat
diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu keputusan tidak terstruktur dan
keputusan terstruktur. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang
klasifikasi struktur keputusan :
· Keputusan Tidak Terstruktur
(unstructured decision) adalah keputusan yang pengambilan
keputusannya harus memberikan penilaian, evaluasi, dan pengertian untuk setiap
pemecahan masalahnya. Setiap keputusan ini adalah baru, penting, dan tidak
rutin serta tidak ada pengertian yang dipahami benar atau prosedur yang
disetujui bersama dalam pengambilannya. Pertama kenapa tingkatan atas lebih
suka yang tidak berstruktur, karena setiap seorang manager menjalani suatu
tujuan perusahaan, tidak selamanya tujuan berjalan mulus, semua dikondisikan,
entah itu jika ada kejadian yang sangat mengancam sebuah perusahaan, disini
peran manager harus bisa mengambil tindakan secara mendadak dan tanpa
diperkirakan sebelumnya, oleh karna itulah manager lebih banyak mengunakan atau
berhubungan dengan keputusan tidak berstruktur.
· Keputusan Terstruktur
(structured decision) adalah keputusan yang pengambilan keputusan
yang sifatnya berulang dan rutin, serta melibatkan prosedur yang jelas dalam
setiap pengambilan keputusannya sehingga tidak perlu diperlakukan seakan-akan
masih baru. Kedua, berbanding terbalik dengan seorang manager, seorang bawahan
memang lebih saling berhubungan dengan keputusan berstruktur. Karena dengan itu
mereka merasa aman dalam bekerja, apalagi kertika keputusan itu berhubungan
dengan gaji atau tunjangan. Karyawan pun lebih suka informasi yang pasti dan
tidak dapat berubah-ubah.
- TOP MANAGEMENT
yaitu
yang bertugas membuat perencanaan dan kegiatan perusahaan secara umum,dan
mengarahkan berjalannya perusahaan. top manajement juga bertugas mengambil
keputusan-keputasan manajemen dari seluruh organisasi yang berjalan
diperusahaan tersebut.
- MIDDLE MANAGEMENT
yaitu
bertanggung jawab melaksanakan rencana dan memastikan tercapainya suatu tujuan
yang sudah dikonsep sehingga apa yang direncanakan akan berjalan lancar.
- LOW MANAGEMENT
yaitu
tingkat manajement paling bawah yang tugasnya mengawasi dan melaksankan
kegiatan yang dilakukan oleh karyawan. dan memberikan intruksi-intruksi apabila
ada perubahan. low manajement biasa juga disebut dengan manajer area ,manajer
shift, manajer kantor.
Sistem pendukung
keputusan adalah bagian dari
sistem informasi berbasis komputer (termasuk
sistem berbasis pengetahuan yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan
dalam suatu organisasi. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang
mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah
semi-terstruktur yang spesifik. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support
System) yaitu sistem yang fungsi utamanya adalah menangani masalah -
masalah terstruktur, serta membantu dalam menganalisis masalah yang tidak terstruktur.
Sistem Pendukung Keputusan (DSS) menggunakan beberapa jenis model dalam
menunjukan analisis. Kemampuan analisis DSS tersebut didasarkan pada teori atau
model yang kuat, digabungkan dengan suatu antar muka pengguna yang baik yang
membuat
sistem tersebut mudah digunakan.
good answer. please read more. for preparing exam
BalasHapusthanks
your score +2